Madiun Tak Butuh Pemimpin Muda, Wes Wayahe Wong Tuo Tampil

Pemilu 2024 telah usai, kita dipastikan akan dipimpin oleh presiden baru. Entah yang mengusung peru…

Kota Madiun Terbuat dari Wisata Replika dan Ancaman Krisis.

Madiun memang tak secapek Jogja dan tak selelah Surabaya. Namun, daerah yang produktif melahirkan p…

Mendadak Jadi Pakar Pembangunan Pasca Replika Monumen Nasional

Saya baru saja menuntaskan novel “Yang Dirahasiakan Langit” karya Anrico Alamsyah, sastrawan sekali…

Saya Orang Kabupaten, Saya Mendukung Maidi Dua Periode

Pak Maidi, politisi yang teknokrat dan teknokrat yang politis, cara dia membangun Kota Madiun sanga…

Keributan Wakil Walikota Madiun dan Kadiskominfo, Seyogianya Diselesaikan di Lapak UMKM Saja!

Wakil Walikota Madiun Inda Raya dan Kepala Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah ribut di sosial media,…

Saya Menyesal Karena Mendengar dan Melakoni Bualan "Anak Muda Harus Melek Politik"

Pemilu 2024 adalah pesta demokrasi yang dipenuhi oleh pemilih muda, atau mereka yang usianya dibawa…

Menggerutu Untuk 455 Tahun Yang Makin Semu, Absurd, dan Biasa Saja

Saya ingin menggerutu saja, tidak ada opini bagus apalagi mendidik, jika anda berharap akan ada kri…

Paguyuban Madiun Kampung Pesilat dan Tumpang Tindih Tanggung Jawab

Kota Madiun dijuluki sebagai Kota Pendekar, hal tersebut karena banyak organisasi pencak silat yang…

Omong Kosong Keterwakilan Anak Muda di Partai Politik!

Manik Marganamahendra, purna Presiden Mahasiswa Universitas Indonesia, aktivis muda yang menggelora…

Wajah Muram Penegakan dan Moncong Putih Kesayangan

Madiun dan Indonesia sama-sama sedang resah, kegundahan ini muncul sebab alasan yang nyaris sama. G…